Buka jam 09.00 s/d jam 16.00 , Minggu libur
Beranda » Artikel Terbaru » Pengaruh Bacaan Al Qur’an

Pengaruh Bacaan Al Qur’an

Diposting pada 29 November 2018 oleh Neneng Keke

Pengaruh Bacaan Al Qur’an

Sejak beberapa bulan belakangan ini para pakar di Universitas Rossister mengakui bahwa bahaya obat-obatan kimiawi untuk penyakit kanker lebih besar dari pada manfaatnya!

Dan para peneliti di Universitas ini menemukan bahwa penggunaan obat obatan kimiawi dalam jangka panjang dapat menimbulkan bahaya pada otak.

Mereka mengatakan bahwa penemuan ini adalah yang pertama kali,
dan para pakarnya mulai memahami adanya efek samping yang
membahayakan pada obat-obatan kimiawi tersebut,
dan memulai penelitian terhadap alternatif yang sesuai dan aman.

Pemimpin tim dokter dari Universitas tersebut yaitu Dokter Mark Noble mengatakan bahwa obat-obatan kimiawi untuk kanker dapat membunuh 70-100% dari jumlah sel-sel yang sehat,
lebih besar dibandingkan dengan apa yang dilakukannya terhadap
sel-sel kanker yaitu 40-80%.

Dari sini jelaslah kebutuhanhan kepada penelitian terhadap
metode pengobatan lain yang lebih aman dan bermanfaat.
Dan jadilah pengobatan dengan suara sebagai alternatif yang sepadan.

Sebagian besar peneliti di barat pencaya dengan adanya pengaruh
yang mengagumkan dari suara, akan tetapi setelah jtu mereka
tidak mengetahui pada frekuensi-frekuensi suara apa yang tepat,
yang dapat menyembuhkan penyakit penyakit ini.

Tetapi kita adalah orang orang yang mempunyai Kitab yang paling
Agung yaitu Al Qur’an, di sisi kita terdapat rahasia yang bisa
menyembuhkan yaitu Kalam Allah SWT.

Sesungguhnya bacaan Al Qur’an adalah istilah dari kumpulan
frekuensi frekuensi suara yang sampai pada telinga dan berpindah
menuju sel-sel otak dan memengaruhi sel sel itu dari sela-sela medan elekirik, yang mana bacaan Al Qur’an telah melahirkannya dalam sel sel itu.

Kemudian sel sel itu merespons bersama dengan medan elekxrik ini
dan menyeimbangkan getaranya.

Pada Perubahan dalam getaran ini adalah sesuatu yang dapat kita rasakan dan dapat kita pahami setelah melakukan uji coba dan pengulang-ulangan.

sesungguhnya sistem, yang Allah sWT telah ciptakan adalahsistem keseimbangan alami.

Dan ini adalah hal yang telah dikabarkan oleh penjelasan ilahiyah
(Al Quran).

Allah SWT berfirman:

“(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia

menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.
(Itulah) agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”
(QS. Ruum: 30)

Terdapat beberapa kajian kedokteran yang menunjukkan bahwa sesungguhnya manusia setelah kelahirannya, otaknya terprogram pada hal-hal yang baik, seperti jujur, suka kebaikan, dan tidak melanggar kesalahan-kesalahan!!!

Para pakar telah melakukan uji coba terhadap orang-orang yang
melanggar kesalahan-kesalahan, maka mereka menemukan adanya area-area tertentu dalam otak yang menjadi giat, dan di dalamnya
mengalir darah dalam jumlah besar.

Berbalik dengan manusia yang melakukan perbuatan benar, maka
ia tidak membutuhkan tenaga apa pun yang dapat terdeteksi.

Maksudnya adalah bahwa kesalahankesalahan dengan berbagai macamnya membutuhkan tenaga lebih besar dari otak. Dan inilah yang menjadikan para pakar menegaskan bahwa sistem yang bersifat asumsi dari otak adalah sistem yang cenderung untuk tidak menerjang kesalahan.

Yaitu bahwa otak yang terprogram pada penciptaan yang baik adalah yang Allah telah menciptakan otak manusia pada program tersebut.

Para pakar pada hari ini mengatakan bahwa sistem yang bersifat asumsi pada otak adalah sifat ke jujuran.

Uji coba terkini pada otak dengan menggunakan peralatan scan gema FMRI (Functional Magnetic Resonance Imaging) telah menjelaskan bahwa manusia ketika berlaku jujur maka otaknya tidak mengeluarkan tenaga apa pun yang dapat terdeteksi.

Akan tetapi ketika ia berbohong maka otak akan mengeluarkan tenaga yang lebih besar.

Dengan demikian maka kesalahan, kebohongan, dan perbuatan-perbuatan buruk dapat mempengaruhi pada kinerja otak, menekannya, dan memayahkan sel-selnya, karena sel-sel otak membawa beban karena sel-sel otak membawa beban yang besar dalam keadaan ini, dan dengan berjalannya waktu menumpuklah beban-beban ini dan menyebabkan kekacauan pada sel-sel dalam sistem kerjanya, dan juga menyebabkan banyak penyakit kejiwaan maupun jasmani.

Dan mau tidak mau harus mengembalikan keseimbangan pada sel-sel ini.

Dan metode yang paling utama adalah “memberinya
santapan” yaitu dengan bacaan Al Qur’an, yang pada dasarnya Al-Qur’an tercipta untuk memberikan ketenangan jiwa.

 

Sumber : Buku Obati Dirimu Dengan Al Qur’an
Ir. Abdeddaem Kaheel

Bagikan informasi tentang Pengaruh Bacaan Al Qur’an kepada teman atau kerabat Anda.

Pengaruh Bacaan Al Qur’an | jualbukuislamdepok.com

Belum ada komentar untuk Pengaruh Bacaan Al Qur’an

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Temukan Kami
December 2018
M T W T F S S
« Sep    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
chat via WA
Sidebar Kiri
Kontak
Cart
Sidebar Kanan